* Saat saat dimana keluarga yang berasal dari satu daerah berkumpul. COMMEL merupakan salah satu keluarga saya yang ada di kampus. Perkumpulan ini menghimpun mahasiswa yang berasal dari daerah Lampung. Kita mengadakan berbagai kegiatan yang bertujuan untuk membentuk rasa kekeluargaan antar anggota. Salah satu event terbesar kita adalah UNVIS yang berbentuk road show ke SMA yang ada di Lampung dan biasanya berakhir dengan Try Out untuk memberikan opsi kepada calon mahasiswa yang berminat untuk masuk dan berkuliah di UNPAD.
pada saat Raker kepengurusan baru 2010-2011, tidak semua ikut karena diprioritaskan untuk pengurus. Lumayan seru dan berdinamika, karena disini pengurus banyak menyumbangkan ide ide positifnya demi kemajuan organisasi ini :D
semoga dapat ,menjalankan program programnya dengan lancar dan sukses!!
menghadiri undangan Gubernur Lampung yang sedang mengadakan silaturahmi di Bandung. Di sebelah kiri saya adalah ketua terpilih (2010-2011) , Yudhi Octaduarsa.
Desember #8
Desember #7
* Kemudian bulan November, saat saat hujan mulai turun membasahi bumi *gayaa. Kegiatan yang pertama adalah GATES, yaitu masa perkenalan mahasiswa baru sastra Inggris yang diadakan di Cikole Lembang. Disini saya bertindak sebagai sharing commitee panitia mobile. Lumayan seru walaupun di hari kedua hujan deras membasahi tenda tenda semua orang sehingga menjadi tidak kondusif. Kemudian ada turnamen antar jurusan yang diadakan mahasiswa jurusan Sastra Jerman. Disini kita masuk final, namun berhasil dikalahkan Sastra Sunda sehingga hanya mendapatkan tempat kedua, padahal pada pertemuan pertama di grup kita berhasil mengalahkan mereka. Cukup sedih, tapi ga apa apa karena kita ngerasa udah ngasih yang terbaik buat tim dan mahasiswa Sastra Inggris pada umumnya :D
seluruh panitia mobile dan mantan panitia :) stay together leee..
angkatan 2007 timnas Sastra Inggris.
Desember #6
* Ini merupakan momentum dimana kader kader terbaik HMI menyampaikan aspirasinya turun ke jalan. Terdapat dua momentum, yang pertama pada saat penerimaan mahasiswa baru di UNPAD (terkait masalah dana kemahasiswaan), yang kedua pada saat peringatan program 100 hari SBY jilid II.
8 orang kader HMI, dicegat seluruh tatib panitia PRABU ditambah sentinel (satpam unpad). Mantaaap!!!
yang paling kiri, Ketum HMI Cabang Sumedang, Kang Danis. Salut buat militansinya, inspirator bgt deh :)
Desember #5
* Kita masuk ke bulan Agustus. Disini ada satu momen yang paling saya kenang karena teman seperjuangan sedari SMA, saudara Muhammad Alridho Fajar Pratama lulus dari Fakultas Ilmu Komunikasi di bulan ini. Merupakan sebuah kebahagiaan bisa ngeliat teman lulus duluan, tapi juga jadi cerminan diri untuk bisa nyusul dia secepatnya :)
kiri ke kanan: Sendica Gilang Pratama Rahatiandi, Muhammad Alridho Fajar Pratama, Arief Rachmat Prananda.
Desember #4
* Masuk ke bulan Juli disini sebenernya kegiatan ga terlalu banyak karena udah masuk masa ujian semester sama liburan. Yaa liburan juga ga kemana-mana, kecuali liburan bareng mantan pengurus BEM Fasa 2009-2010 sekaligus pembubaran.
Ini pas kita di cianjur, lagi karaokean di villa nya yomi. Seru banget karena fasilitasnya oke punya :) ditambah dengan keunggulan lainnya yaitu GRATISSSS!!! hehe..
Desember #3
* Selanjutnya adalah bulan Juni, ketika kita sedang melaksanakan Sidang Akhir Tahun kepengurusan yang menandakan lengsernya masa jabatan politik dari saya dan andri hahaha..
gambar diatas menunjukkan macan-macan forum sedang kelaparan!!! hahaaha
ya itu pas kita makan siang jeda Sidang Akhir Tahun, pas kelaperan semua jadi ganas, pas kekenyangan eeh malah jadi bego :)
ini poto diambil pas udah mau pembubaran BEM Fasa periode 2009-2010, udah mepet mepet mau bubar baru poto :D
keliatan cakep cakep kaan haha..
Desember #2
* Oke kita mulai dari bulan April. Di bulan ini saya masih ngejabat sebagai wakil ketua BEM Fak.Sastra, di bulan ini juga saya mengambil alih kegiatan Festival Indie Sastra yang merupakan salah satu proker BEM. Saya ditunjuk langsung sebagai ketuplaknya, berikut memoarnya:
gambar diatas adalah disaat kita baru melaksanakan pemutaran film @Bale Santika, dimana kepanitiaan kita merupakan yang pertama kali menggunakan ruangan tersebut untuk kegiatan bravooo :)
naah gambar yang ini merupakan kegiatan kita makan makan setelah acara selesai, secara kegiatan surplus yaudah kita bakar bakaran di kosan ane sekalian nobar World Cup :)
Desember
Menurut perhitungan musim yang ada di Indonesia, musim terbagi menjadi dua yaitu musim hujan dan musim kemarau. Musim hujan yang terjadi di Indonesia terjadi antara bulan Oktober-April, dengan dilewati oleh angin muson barat dan membawa angin yang berlalu dari benua Asia menuju Australia. Maka dari itu bulan Desember masuk musim hujan karena dilewati angin muson barat tadi yang membawa uap air lebih banyak dari utara (laut cina selatan).
Bulan desember tahun 2010 ini mengandung banyak arti bagi kehidupan saya. Yang pertama adalah berlalunya bulan November yang menandakan bertambahnya umur saya menjadi 21 tahun (tua bgt). Yang kedua adalah persiapan memasuki tahun masehi baru yaitu tahun 2011 (yaiyalah), yang berarti menurut ramalan mama loreng berarti kiamat sebentar lagi (loh??) hahaha.. Sebenarnya dua indikasi diatas tidak ada koherensi dan kohesivitasnya (??) dengan bulan desember. Tapi mengapa itu dibahas, karena tidak ada lagi momentum lain yang memiliki kepentingan lebih untuk dibahas.
Sebenarnya saya ingin mereview kejadian selama 1 tahun kebelekang pada tulisan ini, tapi jujur saya bingung mau mulai darimana (mungkin karena terlalu berdinamikanya hidup saya sehingga sangat kompleks untuk diangkat hahaha..)
Mengutip lirik lagu dari band efek rumah kaca, "aku suka sehabis hujan di bulan Desember", itu mengindikasikan kalau bulan desember itu musim hujan (bener kan penjelasan saya tadi :D). Tetapi memang kalau melihat faktanya bulan Desember tahun 2010 ini hujan selalu turun dimulai pada siang hari sampai malam hari yang membuat dinamika berkegiatan harus sedikit dikurangi hehe..
to be continued..
jam jam jammin
Ooh, yeah! All right!
We're jammin':
I wanna jam it wid you.
We're jammin', jammin',
And I hope you like jammin', too.
Ain't no rules, ain't no vow, we can do it anyhow:
I'n'I will see you through,
'Cos everyday we pay the price with a little sacrifice,
Jammin' till the jam is through.
We're jammin' -
To think that jammin' was a thing of the past;
We're jammin',
And I hope this jam is gonna last.
No bullet can stop us now, we neither beg nor we won't bow;
Neither can be bought nor sold.
We all defend the right; Jah - Jah children must unite:
Your life is worth much more than gold.
We're jammin' (jammin', jammin', jammin')
And we're jammin' in the name of the Lord;
We're jammin' (jammin', jammin', jammin'),
We're jammin' right straight from Yah.
Yeh! Holy Mount Zion;
Holy Mount Zion:
Jah sitteth in Mount Zion
And rules all creation.
Yeah, we're - we're jammin' (wotcha-wa),
Wotcha-wa-wa-wa, we're jammin' (wotcha-wa),
See, I wanna jam it wid you
We're jammin' (jammin', jammin', jammin')
I'm jammed: I hope you're jammin', too.
Jam's about my pride and truth I cannot hide
To keep you satisfied.
True love that now exist is the love I can't resist,
So jam by my side.
We're Jammin' (jammin', jammin', jammin'), yeah-eah-eah!
I wanna jam it wid you.
We're jammin', we're jammin', we're jammin', we're jammin',
We're jammin', we're jammin', we're jammin', we're jammin';
Hope you like jammin', too.
We're jammin', we're jammin' (jammin'),
We're jammin', we're jammin' (jammin').
I wanna (I wanna jam it wid you) - I wanna -
I wanna jam wid you now.
Jammin', jammin' (hope you like jammin' too).
Eh-eh! I hope you like jammin', I hope you like jammin',
'Cause (I wanna jam it wid you). I wanna ... wid you.
I like - I hope you - I hope you like jammin', too.
I wanna jam it;
I wanna jam it.
udah lama ga ngejam bareng temen2 sambil...
suggest gini malem2 pengen...
yauda daripada ngebayangin mulu mendingan dengerin lagunya aja sambil nulis, itung itung ngisi blog yang udah hampir setahun ga pernah ditulis lagi :)
unalienation=independent=indie=festival indie sastra :)
konsep alienation sendiri berarti proses peng-alienasi-an seseorang terhadap sesuatu. maksudnya disini orang dapat tidak peduli terhadap sesuatu di sekelilingnya dan tidak tahu darimana objek itu berasal. misalnya kita memperoleh baju yang kita pakai, tapi kita tidak tahu baju tersebut dibuat di pabrik mana, siapa yang membuatnya, bahannya didapat darimana. begitupun dgn makanan, teknologi, dll.. kita dapat bandingkan dgn masa lalu, masyarakat memperoleh beras dari lumbungnya sendiri, yang berasal dari sawahnya sendiri, dan merekapun menanam sendiri..
begitupun dgn musik sekarang..
topik yg ingin dibahas disini adalah bagaimana seseorang dapat memproduksi musik sendiri, mengolahnya sendiri, lalu dinikmati sendiri, kemudian dijual/dipromosikan by theirself.. It's so amazing!! I mean it..
penekanannya adalah kita tahu bahwa musik indie dapat bertahan melalui ideologinya yg begitu kuat. musik indie tidak melalui proses manajemen dr label, yg hasilnya mereka berkarya namun label mengelola, dan hasilnya merupakan pembagian dari yang telah disepakati. sehingga konsumen yg menikmati buah karya dari sang pemusik telah melewati proses yang kita bahas diatas, yaitu alienation..
jadi tidak berlebihan jika saya sebutkan bahwa musik indie bukanlah tidak bagus, tidak berharga, ataupun tidak dapat dijual. I mean, betapa indahnya dunia ini jika kita mengetahui segala bentuk prosesnya, karena kita menghargai proses bukan??
bukan hanya sekedar komersialisasi yang berujung pada kapitalisme..
singkat kata, just let's keep u'r Indiestructible Indies, because I just could explain 2 words..
INDIE'S AMAZING!!
Program Kerja 100 Hari SBY dan Program Kerja BEM Gama Fasa Unpad
Program Kerja 100 Hari SBY : Tidak Terlaksana / Terlaksana tapi Tidak Tersosialisasikan
Program Kerja BEM Gama Fasa Unpad : Tidak Terlaksana / Terlaksana tapi Tidak Tersosialisasikan / Terlaksana, Tersosialisasikan tapi Tidak Sinergis
Di bawah ini adalah program prioritas 100 hari kerja kabinet Indonesia Bersatu II :
1. Pemberantasan mafia hukum
2. Revitalisas industri pertahanan
3. Penanggulangan terorisme
4. Meningkatkan daya listrik di seluruh Indonesia
5. Meningkatkan produksi dan ketahanan pangan
6. Revitalisasi pabrik pupuk dan gula
7. Mengurai keruwetan agraria dan tata ruang
8. Membangun infrastruktur
9. Mengucurkan Rp 100 triliun per tahun untuk kredit usaha kecil dan menengah
10. Mencari solusi pembiayaan dan investasi
11. Merumuskan kontribusi Indonesia dalam isu perubahan iklim dan lingkungan
12. Reformasi kesehatan
13. Menyinkronkan antara pendidikan dan dunia kerja
14. Kesiapsiagaan penanggulangan bencana
15. Sinergi antara pusat dan daerah
Tanggal 28 Januari 2010 merupakan momentum evaluasi program 100 hari SBY yang banyak menimbulkan pro-kontra, terutama dari aktivis dan mahasiswa yang terus mengawal jalannya program ini. Evaluasi dari unjuk rasa menunjukkan tuntutan dari mahasiswa menginginkan pengusutan bail out century, pemberantasan mafia hukum, dan berujung pada pemakzulan SBY. Dari program-program kerja yang dituliskan di atas, belum semuanya berjalan dengan baik, bahkan ada yang mendapat sorotan tajam dari masyarakat. Mulai kasus yang kita sebut KPK vs POLRI, kriminalisasi KPK, penangkapan Bibit -Chandra, sampai Kasus Bail Out Century. Bila kita rumuskan secara sistematis dari penyebabnya, kasus-kasus tersebut merupakan persoalan mafia hukum, kecuali bail out century yang disinyalir merupakan kesalahan pengambilan kebijakan. Kita semua mengetahui melalui tayangan televisi bahwa awal dari pengambilan keputusan oleh Menkeu Sri Mulyani atas dasar rekomendasi dari Gubernur BI Boediono merupakan tindakan yang salah dan menyebabkan kerugian uang negara hingga 6,7 triliun. Disini kita bisa menarik kesimpulan bahwa kesalahan pengambilan keputusan dapat menyebabkan kesalahan yang fatal, berdampak negatif pada pemerintah maupun korban dari Bank itu sendiri melalui tindakan kriminal Robert Tantular. Disini terlihat jelas kebobrokan koordinasi antara pejabat pemerintah pengambil keputusan antara satu sama lain. Kita patut menggarisbawahi kasus ini.
Namun menjalankan suatu roda pemerintahan bukanlah semudah membalikkan telapak tangan. Begitu banyak hal yang harus dikerjakan, belum termasuk masalah-masalah teknis. Di sisi lain masyarakat terus menuntut perubahan; kesejahteraan rakyat, pendidikan murah berkualitas, kecukupan energi, biaya pengobatan murah, pertahanan keamanan, sinergitas kebudayaan. Belum dari luar kita dituntut permasalahan hutan dan terorisme. Dibutuhkan sosok yang kuat bukan hanya secara raga dan kebutuhan materiil, namun juga mental baja yang mampu menahan berbagai kritik keras dari berbagai penjuru.
Begitu banyak tuntutan yang mengarah kepada Presiden SBY sebagai sosok yang paling bertanggung jawab terhadap berbagai kasus yang terjadi di Indonesia. Saya memafhumi semua tuntutan nurani dari mahasiswa yang turun ke jalan. Namun saya meyakini tidak semua yang turun ke jalan sudah mengkaji secara mendalam apa yang mereka hadapi. Penuntutan terhadap penyelasaian mafia hukum, permintaan pertanggungjawaban Sri Mulyani dan Boediono masih dapat ditolerir dan saya secara pribadi menyatakan setuju. Namun hal-hal yang menuju pemakzulan SBY merupakan tuntutan yang gegabah dari para pengunjuk rasa (walaupun saya meyakini tidak semua menuntut begitu). Perlu pengkajian lebih dalam soal keterlibatan SBY dalam kasus Bail Out Century, juga perlu ditelusuri ketidakmampuan SBY dalam memberantas mafia hukum, juga perlu dipikirkan kembali sosok yang mampu menggantikannya andaikata SBY dimakzulkan. Perlu dilihat aspek lain dari hal realisasi infrastruktur, pemenuhan kecukupan pangan. Pada tanggal 28 Januari 2010 ini misalnya SBY meresmikan PLTU yang ada di Banten dan Sumut. Hal ini juga harus dilihat oleh pengunjuk rasa yang menuntut pemakzulan. Ini bukan sekedar lips service, tapi memang faktanya seperti itu. Misalnya pembangungan jalan tol Kanci-Pejagan, walaupun itu dilaksanakan oleh Grup Bakrie, namun saya rasa Tol ini akan sangat bermanfaat bagi pembangunan di daerah sekitar. selain melihat latar belakang dilakukannya keputusan oleh pemerintah, kita juga perlu melihat dampaknya bagi masyarakat. Apakah benar hal yang "terjadi" berdampak seperti itu di masyarakat?
Memang perlu diakui dari pertama bahwa penunjukan pembantu-pembantu Presiden sudah menyebabkan segala kebobrokan ini terjadi. Karena terlanjur membentuk koalisi terlalu banyak (yg menurut saya merupakan kekhawatiran SBY terhadap pemenangan nya di Pemilu) sehingga menyebabkan jatah-jatah "kue" yang dibagi dalam Kabinet juga banyak yang berdasarkan pertimbangan politik, bukan berdasarkan keprofesionalitasan atau teknis dari sang calon menteri tersebut. Ini menyebabkan banyak pos-pos menteri tidak diisi berdasarkan background pendidikan dari para menteri tersebut, sehingga sang menteri ini tidak dapat secara maksimal menjalankan program-program nya.
Ini terjadi pada bidang Kementerian Informasi dan Komunikasi yang dipimpin oleh Tifatul Sembiring, pemanfaatan wewenang yang dilakukan oleh Kementerian ini seharusnya dapat dirasakan pada Program 100 Hari SBY ini. Masyarakat tersita perhatiannya pada kasus KPK vs POLRI, kasus Century, Antasari Azhar, dll. Kementerian ini tidak memfokuskan pada bagaimana caranya program-program kerja pemerintah yang telah dan sedang dilaksanakan dapat tersampaikan kepada masyarakat, sehingga masyarakat tahu dan bisa menilai. Bila yang diperlihatkan selama ini hanya kritik-kritik dan kebobrokan dari apa yang telah saya jelaskan diatas, jelas masyarakat menilai hanya dari sisi negatifnya saja. Namun sisi positif dari pemerintahan ini tidak pernah terekspos ke masyarakat. Saya rasa Presiden perlu memerhatikan hal ini agar masyarakat dapat menilai bahwa begitu banyak dinamika yang terjadi di negeri ini. Jangan sampai negeri ini dipenuhi oleh provokator dan menilai segala sesuatu dari segi negatifnya saja. Saya juga memperingati kepada kawan-kawan agar lebih berhati-hati dalam memandang segala sesuatu, jangan sampai pandangan tersebut dapat merugikan dan tidak pernah menemui solusi konkret yang membangun. Yang dibutuhkan negeri ini adalah kritik dan solusi, bukan keluhan yang tidak berujung. Bila mengeluh, berikan usulan dan solusi yang tidak menjerumuskan..
Pemerintahan SBY saya analogikan pada kepengurusan BEM Gama Fasa periode 2009-2010. Dalam menjalankan kepengurusan ini, begitu banyak Program-program kerja yang telah tersusun dan berjalan. Namun terlepas dari itu semua, tidak semua proker dapat terlaksana dengan lancar dan baik. Bila dirunut dari awal kepengurusan, terdapat proker seperti PFS, Ramadhan di Sastra, Sekolah Sastra, Bioskop Sastra, FORDISMA, KONTAK, Warna warni Sastra, dan LKMM. Dalam ukuran pelaksanannya terdapat program yang membutuhkan partisipasi dari banyak pengurus/kepanitiaan maupun yang tidak . Namun tetap sasaran yang ditujukan adalah tetap kepada masyarakat Sastra itu sendiri. Selalu ditekankan kepada siapa saja yang menjadi penanggung jawab kegiatan bahwa sosialisasi dan publikasi merupakan hal yang penting demi kesuksesan acara itu sendiri. Namun terlepas dari penerimaan dari masyarakat Sastra sendiri terhadap publikasi dan sosialisasi yang dilakukan BEM Gama Fasa terhadap proker-proker yang akan dilaksanakan. Terdapat ketidaksinergisan antara tujuan-tujuan yang akan dicapai BEM Gama Fasa sebagai fasilitator, aspirator, dan pengayom masyarakat Sastra itu sendiri terhadap kegiatan-kegiatan kampus yang dilakukan di kampus Sastra. Sering terjadi miskomunikasi dan miskoordinasi antar masyarakat dengan lembaga maupun antar lembaga dengan lembaga, apalagi antar mahasiswa Sastra itu sendiri. Sungguh ironis dibalik kemajemukan masyarakat Sastra yang memiliki paling banyak perbedaan dalam hal keilmuan dibanding Fakultas lain di Unpad namun tidak memiliki rasa saling membutuhkan dalam rangka mewujudkan kesatuan Sastra secara utuh sebagai Fakultas. Terdapat beberapa kritik dibelakang bahwa kegiatan-kegiatan di kampus Fakultas Sastra kurang apresiatif dan terkesan tidak ada. Saya sebagai pribadi, menolak keras pendapat tersebut. Seperti yang sudah saya jelaskan, pertemuan masalah terdapat pada ketidakpedulian masyarakat Sastra itu sendiri. Namun terlepas dari itu, ini tetap menjadi otokritik untuk pengurus BEM sendiri (terutama saya) untuk lebih mendapatkan esensi dari ajakan-ajakan yang akan dilakukan demi memajukan minimalnya kegiatan yang dilakukan di Kampus Fakultas Sastra Unpad
09 Agustus 2009
entah kenapa saya jadi pelupa akhir-akhir ini.. apakah saya terserang penyakit lupa atau lagi stress sehingga banyak hal2 penting yang saya lewatkan kemarin2.. agenda kuliah pada siang hari, dilanjutkan agenda2 d BEM pada malam harinya, dan pertemuan2 lainnya membuat saya sedikit "banyak pikiran" akhir-akhir ini sehingga berakibat pada menurunnya tingkat konsentrasi yang berpengaruh juga pada kinerja saya dalam melakukan aktivitas. kemarin yang seharusnya ada agenda "warna-warni sastraku", yaitu acara bersih-bersih di sastra saya sampai lupa sama sekali bahwa hari itu ada acara di kampus. saya merasa tidak enak dengan anak-anak d BEM karena saya termasuk orang yang mengajak dan merencanakan acara itu, karena program itu masuk dalam salah satu proker saya dan andri. terutama dengan andri, saya akui bahwa saya lupa kemarin. namun tidak seperti biasanya dia tidak mengingatkan saya, yang biasanya bila saya menghilang dari peredaran kampus sebentar saja dia langsung menanyakan.. ahh masa bodoh dengan persoalan itu. tapi yang saya permasalahkan adalah kelupaan saya yang seharusnya tidak terjadi. mungkin saya butuh sedikit refreshing. I need a friends!!!
lebih baik mencintai seseorang walaupun sakit daripada sudah tidak ada cinta lagi di hati. kosong..
11 Juli 2009
di lembah mandalawangi saya menghabiskan waktu bersama 4 orang teman yanng lain menunggu malam yang tenang untuk naik ke puncak gunung gede. rencananya kami berangkat lewat tengah malam, setelah para ranger penjaga gunung sudah terlelap karena kami masuk secara ilegal. saya menemukan suasana romantis ketika masuk ke lembah ini. sejuk, sepi, dan tenang. saya teringat dengan puisi yang ditulis soe hok gie di lembah mandalawangi ini untuk kekasihnya. kecintaannya terhadap alam bisa menggambarkan perasaannya kepada orang yang dicintainya. tiba-tiba saya teringat pada dirinya yang saya temui tempo hari. saya kirim pesan kepadanya kemarin saat pergi, namun saya belum menerima balasan sampai hari ini. mungkin besok ketika saya sudah turun dari puncak gede. atau mungkin ketika saya sudah kembali kesana..
our system
akhir-akhir ini saya banyak membaca tentang pergerakan-pergerakan mahasiswa yang membangkitkan kesadaran saya sebagai mahasiswa yang mungkin sedikit peduli tentang dunia kemahasiswaan. kesadaran mahasiswa sekarang menurut saya lebih sedikit dibanding ketika masa revolusi dan reformasi. mungkin wajar ketika mahasiswa banyak yang sadar akan keadaan sekitarnya dalam hal ini negara atau kampus tidak banyak karena pada masa pasca reformasi sekarang banyak yang menganggap keadaan negara sudah tenang, keadaan ekonomi sudah membaik. namun menurut saya mahasiswa sebagai tiang dan penggerak dari berbagai macam keputusan yang diambil pemerintah atau kampus seharusnya lebih menjaga dan meningkatkan apa yang sudah dilakukan para pendahulu mahasiswa-mahasiswa yang berjuang untuk negara ini. keadaan ekonomi membaik bukan berarti kita harus terus menikmatinya dengan tidak peduli terhadap kebijakan-kebijakan yang hanya menguntungkan pemerintah dalam hal ini. dalam konteks ini saya menanyakan soal kebijakan pemerintah dalam hal pendidikan yang berimplikasi pada kampus/universitas pada khususnya. kampus unpad sekarang yang menganut sistem PK-BLU menurut saya banyak menguntungkan pihak kampus, dalam hal ini rektorat dan dekanat. mengapa saya katakan demikian, karena implikasi pada kegiatan kemahasiswaan sendiri itu cukup kecil dan sedikit dibandingkan dengan yang maksud ke kas universitas. yang tidak bisa diterima dari kebijakan unpad pada tahun 2008 adalah kenaikan BPP/SPP yang disesuaikan sama pada semua fakultas dan jurusan. yang menyedihkan adalah fakultas non-eksak yang notabenenya kegiatan praktikumnya lebih sedikit(bahkan mungkin tidak ada di beberapa jurusan) disamakan dengan fakultas-fakultas eksak yang memang kegiatan perkuliahannya tidak lepas dari praktikum. misalnya antara mahasiswa fakultas kedokteran dan mahasiswa sastra sunda yang dipandang dari kegiatan dan perkuliahannya sudah sangat berbeda, disamakan BPPnya. ini merupakan hal yang tidak wajar menurut saya. saya mengira mungkin rektor unpad ini tidak pernah melihat secara langsung bagaimana mahasiswanya kuliah. uang BPP per semester untuk angkatan 2008 dipukul rata sebesar Rp 2.000.000 pada tahun itu yang menimbulkan banyak protes dari berbagai pihak. saya sebagai mahasiswa angkatan 2007 ikut sedih mendengar kejadian itu. non-sense dan tidak cukup beralasan mengingat tidak semua mahasiswa yang kuliah disini mampu secara finansial. sistem PK BLU memungkinkan universitas mengelola uangnya sendiri dalam artian uang yang masuk dari mahasiswa tidak lagi masuk ke kas pemerintah namun langsung ke universitas yang akan dikelola sebaik mungkin oleh universitas. namun dalam penerapannya PK BLU di unpad mulai menunjukkan keberpihakannya pada uang, misalnya kerjasama unpad dengan pemerintah malaysia yang membolehkan mereka membangun banyak asrama untuk mahasiswa malaysia si dalam kampus termasuk toko-toko yang akan memberikan kaeuntungan untuk univeristas. dimana keberpihakan universitas terhadap mahasiswa lokal? dimana uang SMUP mahasiswa yang bertrilyun-trilyun implikasinya terhadap fasilitas kampus? mahasiswa juga masih mengeluhkan soal fasilitas toilet dan perpustakaan yang belum memadai. bila memang pada suatu hari sistem PK BLU yang akan diteruskan ke BHP ini akan menguntungkan bagi sistem pendidikan di Indonesia saya berdoa semoga anak-anak Indonesia akan bertambah pintar dan tidak dirugikan oleh pihak-pihak yang hanya ingin mengambil keuntungan dari kebijakan-kebijakan yang pemerintah buat sendiri. amiiinn..
a legitimation
kemarin dulu saya mengikuti musyawarah akbar yang diadakan oleh himpunan mahasiswa jurusan saya, yaitu gemasi (gelanggang mahasiswa sastra inggris)untuk memilih ketua yang baru dan pembahasan LPJ, AD/ART, GBHK, dan pengambilan keputusan-keputusan yang dianggap penting demi GEMASI sendiri kedepannya. pada pemilihan tersebut saya menjagokan fathia sebagai teman saya dan juga sebagai calon yang menurut saya lebih kuat dan lebih capable dari lawannya. pada musyawarah yang didatangi oleh sedikit orang tersebut menghasilkan terpilihnya fathia sebagai ketua gemasi yang baru dengan perolehan suara mutlak yakni 35 lawan 1 suara. saya sebagai pribadi merasa senang karena jagoan yang saya unggulkan menang dalam pemilihan. sama seperti jika anda menjagokan tim sepakbola anda untuk menang dalam suatu pertandingan final yang krusial. begitulah rasanya.. setelah pembahasan LPJ kepengurusan yang sebelumnya yang saya sendiri mengkritisi banyak program, kegiatan, dan kebijakan yang masih saya anggap kurang tentunya untuk menemukan solusi-solusi dari masalah tersebut untuk memperbaiki kinerja kepengurusan dimasa depan. saya berharap semoga fathia bisa mengambil hikmah dan membuang kesalahan yang tidak perlu pada kepengurusan sebelumnya untuk dijalankan dan merubahnya pada masa kepengurusannya. setelah pembahasan LPJ, masuk ke pembahasan AD/ART yang berlangsung alot karena banyak isi dari AD/ART itu sendiri yang harus diubah termasuk didalamnya membahas keterlibatan dosen yang selama ini cukup meresahkan dalam tubuh gemasi itu sendiri. kebijakan-kebijakan gemasi selama ini menurut saya terlalu jauh dalam campur tangannya dengan dosen yang tentu saja berpihak pada dekanat yang menurut saya mengekang mahasiswanya untuk tidak berpikir kritis. mayoritas mahasiswa di kampus saya sekarang adalah mahasiswa yang apatis dan skeptis terhadap segala kebijakan kampus dan cenderung mendewakan dosen. mereka takut terhadap dosen karena takut mendapat nilai jelek bila tidak menjadi buntutnya. mereka seolah-olah menjilat dosen yang berimbas pada campur tangan dosen seperti yang saya sebutkan diatas. konkritnya pada pada kegiatan studi banding yang diadakan kepengurusan kemarin, yang saya lihat peserta yang mengikuti acara tersebut adalah anak-anak pengurus sendiri, teman-teman pengurus, dan anak-anak yang bisa dibilang dekat dengan dosen dan sering bergaul dengan dosen di perpus jurusan. hasil dari penyeleksian siapa yang berhak ikut studi banding itu sendiri di seleksi oleh dosen yang menurut saya seharusnya setiap mahasiswa sastra inggris berhak untuk ikut studi banding tersebut.
kembali pada musyawarah besar tadi bahwa akhirnya peserta yang tersisa pada malam itu melakukan walk out termasuk presidium kongres itu sendiri meninggalkan ruangan, yang sebelumnya ada intervensi dari dosen yaitu dengan masuknya dosen ke ruangan itu dan mengajak peserta(yang dekat dengan dosen) untuk keluar ruangan. keluarnya mereka (tidak termasuk saya dan 3 orang teman saya) otomatis menghentikan jalannya mubes yang berimbas pada ketidaksahannya fathia sendiri sebagai ketua gemasi yang baru karena belum dilantik. seharunya setelah pembahasan ad/art adalah pelantikan ketua yang baru. namun setelah walk out nya mereka tidak ada konfirmasi mengenai bagaimana mubes itu akan dilanjutkan kapan/pending. atau dibiarkan saja yang seharusnya akan dilakukan Musyawara Luar Biasa sebagai penggganti mubes untuk pelantikan fathia. sampai sekarang tidak ada konfirmasi mengenai itu dan sampai sekarang pula legitimasi fathia sebagai ketua gemasi yang baru masih dipertanyakan.
juga tidak ada inisiatif dari fathia sendiri untuk menyelesaikan hal tersebut yang menurut saya akan berimbas pada ketidakpercayaan gemasian(mahasiswa sastra inggris) khususnya angkatan baru karena pengalaman tahun kemarin yang sudah saya jelaskan panjang lebar diatas kemungkinan akan diteruskan oleh fathia. program-program yang sudah dirancang sebegitu bagusnya tidak akan berjalan bila tidak ada yang mendukung jalannya program itu sendiri dan masih dianggap eksklusif oleh para gemasian. pertanyaan mendasar dari saya untuk fathia adalah dimana kelegitimasian/kesahan fathia sebagai ketua gemasi periode 2009/2010??
welcome back
pagi ini saya sampai pada tujuan terakhir saya yaitu kostan.. tidak ada yang istimewa dari perjalanan semalam.. setelah lelah beraktivitas kemarin saya tidur semalaman d bus bahkan di kapalpun saya tidak turun..
selamat menjalankan rutinitas seperti biasa kawan..